Di Ruang Itu …

 

Jangan tanya kenapa aku begitu romantis dan serba puitis..

ruang itu.. tempat dulu aku menaruh harapan

ruang itu.. tempat manusia-manusia awal tahun kuliah menaruh beribu mimpi

entah menjadi filsuf, menjadi sastrawan, menjadi manusia seutuhnya, atau sekedar mengobrak-abrik kemapanan kampus yang membosankan

ruang itu.. tempat pertama kali aku tersihir oleh senior yang menunjukkan padaku rahasia gerakan

sekarang ia lari dan mencoba menghamba pada perusahaan asing!

ruang itu.. penuh corat-coret jadwal, (lebih…)

Continue Reading

Selayang Pandang HMI Sleman

Sekretariat HMI Cabang SlemanHMI Cabang Sleman dapat dikatakan merupakan cabang baru di lingkungan HMI (MPO). Berdirinya HMI Cabang Sleman tidak bisa dipisahkan dari HMI Cabang Yogyakarta, pada tahun 2000-an dengan alasan perkaderan sebagian kader dari HMI KOrkom UGM mencoba untuk mendirikan cabang HMI yang baru di wilayah Yogyakarta, awalnya bernama HMI Cabang Yogyakarta Barat. Namun ternyata gayung tidak bersambut dari PB HMI, cabang baru tersebut tidak diakui. Usaha yang dilakukan akhirnya baru (lebih…)

Continue Reading

Se-iman di Bangkok

bangkok

Bangkok pagi yang lalu,…

Betapa bahagianya, wajah-wajah yang baru ku kenal menyapa dengan hangat
layaknya kawan yang lama tak bertemu

senyum, bahagia

walaupun kami tidak membawa apa-apa, hanya tubuh kotor luntang-lantung kehabisan uang
tersesat di negara yang (lebih…)

Continue Reading

Memantapkan Gerakan Islam dalam Mengawal Eksistensi dan Peran Negara.

comune12

Konfigurasi peran antara Negara, civil society dan pasar merupakan pola pembentuk demokratisasi. Demokrasi akan berjalan optimal apabila ketiga aktor ini mendapatkan porsi ideal dalam sebuah tata social, ekonomi dan politik sebuah bangsa. Dominasi peran Negara atau pasar akan berdampak melahirkan sebuah rezim yang otoritarian ataupun rezim liberal yang sulit untuk merespon kondisi sosial aktual masyarakat, atau bahkan dalam kenyataan antara pasar dan negara bersama-sama membentuk sebuah rezim politik yang berorientasi pada kepentingan kelompok elit. Kegagalan Civil Society untuk muncul secara independen dan mengakar di dalam struktur masyarakat, menjadikan awal dari runtuhnya pilar demokrasi. Demokrasi akan cenderung (lebih…)

Continue Reading

Menuju Kedaulatan Energi Indonesia

4.1.1

Dalam diskusi Kedaulatan Energi, Kamis, 3 Oktober 2013 di secretariat HMI cabang Sleman bersama Mas Didit Putra Kusuma, beliau adalah Mahasiswa Geologi, FT UGM, Presiden Association American Petroleum Geology (AAPG), dan Junior Researcher Geology UGM, setidaknya bisa dirangkum sebagai berikut:

pertama, masalah krusial dari Energi kita adalah ketiadaan komitmen pemerintah untuk memperkuat Pertamina (Oil Company), PGN (Gas Company) dan Elnusa (service Company), Pemerintah tidak cukup berani memberikan porsi yang besar untuk mengembangkan BUMN di sektor Migas, adapun sejarah masa lalu di zaman Ibnu Soetowo, kegagalan (lebih…)

Continue Reading

Mazhab Teologi Pembebasan : antara Agama, Kuasa dan Perlawanan

budak-2

Agama dan tradisi dogmatisme

Agama dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu aspek fundamental, tradisi dogmatis agama dapat mengalahkan segala konsepsi rasionalitas atas dasar iman. Dalam konteks sosial maka agama bisa diperankan menjadi dua hal, pertama, agama dalam konteks profetik untuk melakukan gerakan-gerakan progresif dalam rangka memperjuangkan cita-cita ideal, Kedua, agama sebagai legitimasi untuk menerima dan mempertahankan status quo.

Sejarah dunia tidak pernah lupa dengan berbagai peristiwa besar berabad-abad, dimana agama menjadi alat untuk menggerakan perang besar “perang salib”. Disadari atau tidak agama memiliki sisi-sisi eklusif untuk saling berbenturan, sehingga wajar saja tesis Samuel P. Huntington tentang Class of Civilization menempatkan terjadi pergolakan global akan dasar  (lebih…)

Continue Reading
Close Menu