#TitikNadirKebangsaan : Aksi Mahasiswa Desak Turunkan Jokowi Bentrok,Sejumlah Mahasiswa Babak Belur

Medan,Jam 14.00 Wib

Dua massa pro dan kontra terkait kepemimpinan Presiden Jokowi memanas di DPRD Sumut, Kamis (20/9) di Jln.Imam Bonjol,Medan.

Dimana,kelompok pro Jokowi mengatasnamakan ” Komunitas Masyarakat Cinta NKRI ” berada disisi kiri ( tidak jauh dari Gedung DPRD Medan) dan massa mahasiswa berada disisi kanan.

Kedua massa bertemu saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut dengan pengamanan ketat pihak kepolisian.

Dalam aksinya, massa mendukung Jokowi untuk menjabat selama 2 periode. Sebaliknya, mahasiswa mengkritisi pemerintahan Jokowi karena jebloknya nilai tukar rupiah atas dolar AS, serta menuntut Jokowi dan Jusuf Kalla turun sekarang juga.

Saat itu kedua massa melakukan aksi saling lempar setelah sebelumnya berjalan damai.

Aksi saling lempar pun tidak terhindarkan saat itu,tapi sejumlah personil polisi langsung memblokade kedua massa dengan menempatkan personil.

Dimana massa pro Jokowi dijaga dengan personil Sabhara berpakaian lengkap dengan menempatkan mobil water canon.

Sedangkan,massa mahasiswa yang menolak kepemimpinan Jokowi dijaga dengan sejumlah aparat kepolisian untuk menghindari bentrokan dengan menempatkan satu unit mobil penerangan kepolisian.

Namun,tetap saja situasi kedua massa memanas saat itu.

Dari keterangan Koordinator Aliansi Pergerakan Mahasiswa se-Kota Medan, Wira, kepada wartawan, kejadian berawal dari lemparan batu dan kayu dari arah massa Pro Jokowi.

Langkah polisi untuk menenangkan massa tidak berhasil hingga bentrok pecah.

Ketika massa kelompok pendukung Jokowi melakukan provokasi dengan menggeber sepeda motor yang disambut teriakan oleh kelompok mahasiswa.

Dan aparat kepolisian yang menengahi dua kelompok masa mencoba menenangkan kedua kelompok yang sedang bersitegang.

Hingga kelompok massa mahasiswa akhirnya melakukan aksi dengan menggoyang pagar Gedung DPRD- SU.

Saat itu, kelompok mahasiwa yang hendak masuk ke gedung DPRD Sumut mencoba menggoyang-goyang pagar. Tidak lama berselang datang lemparan batu dari arah kelompok pendukung Jokowi.

Melihat adanya lemparan batu, kelompok mahasiswa mulai terpancing dan membalas lemparan. Aparat kepolisian yang melihat hal itu langsung bergerak hingga kericuhan tak terhindarkan.

Mahasiswa dipukul mundur yang d akhirnya pecah lari ke Jalan Perdana hingga Jln Imam Bonjol arah RS Siloam.

Tembakan gas air mata langsung dilontarkan dan sejumlah mahasiswa yang babak belur dihajar kepolisian diamankan di halaman gedung DPRD Sumut yang selanjutnya dibawa ke Polrestabes Medan.

Sejumlah sepeda motor milik mahasiwa pun saat itu turut diangkut aparat kepolisian.

Aksi ini membuat situasi mencekam sejumlah security turut mulai dari Bank Mandiri,Gedung CIMB Niaga dan RS Siloam berjaga ketat.

Aksi perlawanan tetap terjadi di Jalan Perdana yang juga turut mengamankan sejumlah mahasiswa saat itu.

Pantauan Metro24jam di lokasi demonstrasi, area kawasan lengang tidak ada aktifitas apa pun di lokasi saat itu.

Dan mahasiswa saat itu memilih lari ke arah Jln.Imam Bonjol dan Jln.Perdana,Medan.

Sedangkan,aparat kepolisian sendiri terutama dari kalangan Intel sempat terlibat adu mulut dengan sesama rekan kepolisian dari unit Sabhara yang meminta agar mahasiswa yang diamankan tidak dipukuli.

Dan saat dilakukan penangkapan terhadap Kordinator Aksi, Wira sejumlah personil berpakaian sipil meminta dilepaskan karena merupakan anak anggota Polri.

Aksi ini sendiri dari kalangan wartawan juga menjadi korban dimana wartawan Harian Tribun terkena pukulan dibagian tangan yang mengalami goresan dan wartawan Metro24jam terkena lemparan batu dibagian kaki.()