Menunjukkan Kebenaran …..

Tentang Aswaja – Sebuah Refleksi

Ketika ISLAM hanya diidentikkan dengan 1 identitas yaitu Ahlus Sunnah wal Jamaah, maka ada beberapa pertanyaan yang menggelitik:

1. Benarkah pemahaman terhadap hadits tentang pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah?
2. Di Indonesia, organisasi apa sajakah yang termasuk Ahlus Sunnah wal Jamaah?
3. Apakah yang tidak mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah harus divonis kafir?
4. Kenapa antar sesama kelompok yang mengaku Ahlus Sunnah wal Jamaah pun saling tuding sesat dan kafir?
5. Apakah mazhab/aliran yang dianut oleh Usamah bin Laden, Imam Samudera dan Amrozi cs adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah?
6. Apakah MUI merupakan organisasi Ulama Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah ataukah organisasi Ulama Islam?
7. Apakah Saddam Husein pengikut Ahlus Sunnah wal Jamaah?
8. Apakah Universitas Al-Azhar, Kairo, adalah universitas Ahlus Sunnah wal Jamaah?
9. Apakah Yusuf Qardhawi adalah (lebih…)

Continue Reading

Sepenggal Kisah Dedikasi Seorang Guru Besar UGM

Ada sepenggal kisah dari seorang guru besar Mipa UGM, alm. Prof. Nang Seno[1]. Ketika pak Seno mengajar fisika, ia selalu datang sebelum jadwal yang ditentukan kemudian ia menuliskan materi kuliahnya terlebih dahulu sebelum mahasiswa hadir. Ketika ditanya “kenapa anda datang terlebih dahulu, prof?”, Beliau menjawab, “saya tidak mau waktu saya mengajar hilang gara-gara saya harus menulis materi di papan tulis”.[2] Suatu hari sebelum memulai sebuah pelajaran, Pak seno membagikan pada semua mahasiswanya tiga bungkus permen. Pak Seno, kemudian memulai mengajar dengan mempersilakan mahasiswanya makan permen selama pelajaranya berlangsung. Setelah pelajaran hampir usai dia bercerita tentang bagaimana sikap seorang ilmuwan “Seorang ilmuwan adalah orang yang paling paham menempatkan apapun pada yang seharusnya. Seorang ilmuwan yang berbekal jiwa analitik yang kritis akan selalu paham mana yang salah dan mana yang benar, dan ia akan selalu berusaha melihat kebenaran dengan ilmunya”, Setelah berujar demikian pak seno menanyakan pada mahasiswanya “Adakah diantara kalian yang ingin menjadi ilmuwan?”. Selanjutnya ia bekata “Coba periksa, dimana kalian membuang (lebih…)

Continue Reading

Se-iman di Bangkok

bangkok

Bangkok pagi yang lalu,…

Betapa bahagianya, wajah-wajah yang baru ku kenal menyapa dengan hangat
layaknya kawan yang lama tak bertemu

senyum, bahagia

walaupun kami tidak membawa apa-apa, hanya tubuh kotor luntang-lantung kehabisan uang
tersesat di negara yang (lebih…)

Continue Reading
Close Menu